A. PENDAHULUAN
Teknologi Informasi dan Komunikasi pada jaman sekarang
adalah bagian dari penopang dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Teknologi Informasi
dan Komunikasi merupakan segala sesuatu apapun yang dapat membantu manusia
dalam penyampaian dan penyebarluasan informasi dengan menggunakan media
(Sandusiyah, 2012). Teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja serta
memungkinkan semua kegiatan dapat terselesaikan dengan cepat, tepat, akurat dan
meningkatkan produktifitas kerja karena teknologi informasi menghasilkan
informasi yang berkualitas dan sangat relevan baik untuk keperluan pribadi,
bisnis, kesehatan, hobi dan kegiatan lainnya.
Di era globalisasi ini, telekomunikasi dan informatika
adalah dua faktor penting karena keduanya merupakan sarana komunikasi antara
penyedia dan pengguna informasi (P3TIE-BPPT, 2001).
Pemanfaatan TIK dalam kegiatan
pembelajaran khususnya di lingkungan pendidikan yang sifatnya formal, sudah di mulai
dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi mengalami
perkembangan yang sangat pesat (Sinaga, 2009). Mesin tik yang populer di jaman
dulu, sekarang sudah beralih pada komputer dengan kemampuan yang super canggih.
Penggunan overhead projector (OHP) sekarang sudah digantikan LCD dengan
tipe-tipe yang lebih canggih dan akan lebih mempercepat transfer ilmu
pengetahuan.
Perkembangan teknologi informasi yang semakin maju di era
globalisasi sekarang ini tidak bisa dihindari lagi pengaruhnya dalam dunia
pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan agar selalu menyesuaikan
perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan,
terutama penyesuaian penggunaannya bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses
pembelajaran. Teknologi informasi merupakan perkembangan sistem informasi
dengan menggabungkan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi
(Baharudin, 2013). Institusi pendidikan di Indonesia mulai berlomba-lomba mememanfaatkan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan dengan membangun
infrastruktur hardware, jaringan
internet, pengadaan software dan lain
sebagainya, yang semua itu dilakukan dalam usaha memenuhi kebutuhan akan metode
pembelajaran yang lebih efektif dan efisien (Budiman, 2017).
Pelatihan-pelatihan dengan pemanfaatan aplikasi komputer pun sering
diselenggarakan seperti; Intelligent Tutoring System (ITS), Computer Basad
Training (CBT), dan e-Learning System (Hariningsih, 2005). Globalisasi telah
memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pertemuan tatap
muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih ke arah terbuka.
Pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (fleksibel) , terbuka dan dapat
diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun
pengalaman pendidikan sebelumnya.
1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan
modus belajar jarak jauh (distance learing). Kemudian untuk menyelenggarakan
pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukkan sebagai strategi utama;
2. Shareng
resource bersama antar lembaga
pendidikan/latihan dalam sebuah jaringan perpustakaan dan istrumen pendidikan
lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada
sekedar rak buku;
3. Penggunaan perangkat teknologi
informasi interaktif, seperti CD-ROM multi media dalam pendidikan secara
bertahap menggantikan televisi dan video.
Adanya perkembangan teknologi dan
informasi dalam dunia pendidikan, maka pada saat itu sudah dimungkinkan untuk
diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk
menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, guru dengan muridnya, melihat
nilai secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan
berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya.
B. B. SEJARAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
Sejarah perkemabangan teknologi
informasi dan komunikasi tak lepas dari sejarah peradaban manusia di Bumi. Pada
zaman dulu penyampaian informasi dilakukan mulai dari gambar-gambar yang
terletak pada dinding gua, peletakan tonggak sejarah berupa prasasti, sampai
saat ini kita mengenal Internet sebagai sarana/alat penyampaian informasi yang
begitu cepat. Berikut ini adalah sejarah perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi mulai dari zaman pra-sejarah sampai ke zaman modern sekarang ini
(Hidayat dkk, 2006) :
- Masa Prasejarah
Pada zaman ini, teknologi
informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh manusia berfungsi sebagai sistem
untuk pengenalan bentuk-bentuk yang manusia kenal. Untuk menggambarkan
informasi yang diperoleh, mereka menggambarkannya pada dinding-dinding gua
tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini, manusia mulai
mengidentifikasi benda-benda yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal
mereka, kemudian melukiskannya pada dinding gua tempat tinggalnya. Awal
komunikasi mereka pada zaman ini hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan
menggunakan isyarat tangan.
Pada zaman prasejarah mulai
diciptakan dan digunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti
gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan isyarat asap sebagai
alat pemberi peringatan terhadap bahaya.
a)
3000 SM
Untuk yang pertama kali, tulisan digunakan oleh bangsa
Sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari piktografi sebagai
huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi (penyebutan)
yang berbeda sehingga mampu menjadi kata, kalimat, dan bahasa.
b)
2900 SM
Pada 2900 SM, bangsa Mesir Kuno menggunakan huruf hieroglif.
Hieroglif merupakan bahasa simbol, dimana setiap ungkapan diwakili oleh simbol
yang berbeda. Jika simbol-simbol tersebut digabungkan menjadi satu rangkaian,
maka akan menghasilkan sebuah arti yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa
hieroglif ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.
c)
500 SM
Manusia sudah mengenal cara membuat serat dari pohon papyrus
yang tumbuh di sekitar sungai Nil. Serat papyrus dapat digunakan sebagai
kertas. Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus menjadi media untuk
menulis atau media untuk menyampaikan informasi yang lebih kuat dan fleksibel
dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya juga digunakan sebagai
media informasi.
d)
105 M
Pada masa ini, bangsa Cina berhasil menemukan kertas. Kertas
yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal
sekarang. Kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci,
kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan ini juga memungkinkan sistem
pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan
dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem cap.
- Masa
Modern (1400 M s.d. Sekarang)
a)
Tahun 1455
Pada 1455, untuk pertama kalinya Johann Gutenberg
mengembangkan mesin cetak dengan menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi
dan dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu.
b)
Tahun 1830
Augusta Lady Byron menulis program komputer yang pertama di
dunia. Ia bekerja sama dengan Charles Babbage menggunakan mesin analytical yang
didesain sehingga mampu memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk
keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital
yang pertama, walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat
digital.
c)
Tahun 1837
Telegraf dan Penemunya (Samuel Morse) Samuel Morse
mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir
Charles Wheatstone. Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili
pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan pulsa listrik melalui
kabel tunggal. Namun sinyal-sinyal yang dapat dikirim dengan baik hanya berada
dalam jarak 32 km. Untuk jarak yang lebih jauh, sinyal-sinyal yang diterima
menjadi terlalu lemah untuk direkam. Kemudian, Morse membangun peralatan relai
yang ditempatkan di setiap 32 km dari stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk
mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimnya kembali ke 32 km berikutnya.
Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara elektromagnetik. Sistem
telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman
pesan secara cepat untuk jarak yang jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk
perjalanan kereta api.
d)
Tahun 1877
Pada 1877, Alexander Graham Bell menciptakan dan
mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum. Pada 1879,
sistem pemanggilan telepon mulai menggunakan nomor yang menggantikan sistem
pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah operator yang tidak mengenal semua
pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan huruf dan angka, dimana nomor
telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka.
e)
Tahun 1889
Pada 1889, Herman Hollerith menerapkan prinsip kartu
perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara
yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat.
Sensus yang dilakukan pada 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk
menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro Sensus tersebut
memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan
perhitungan sensus.
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data
sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu
dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil
sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan
dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data.
Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.
f)
Tahun 1931
Pada 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk
menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan
persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan
pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan
gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.
g)
Tahun 1939
Pada 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu oleh Clifford
Berry berhasil menciptakan komputer elektronik digital pertama. Sejak saat ini,
komputer terus mengalami perkembangan sehingga menjadi semakin canggih.
Mengenai sejarah perkembangan komputer ini akan dijelaskan pada bagian
berikutnya.
h)
Tahun 1973 – 1990
Pada masa ini, istilah internet diperkenalkan dalam sebuah
paper tentang TCP/IP. Secara harfiah, internet (interconnected networking)
diartikan sebagai rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa
rangkaian. Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali pada 1969 sebagai
ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced
Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh
ARPANET di antaranya adalah kaedah rangkaian tanpa pusat (decentralised
network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).
Pada 1981, National Science Foundation mengembangkan
backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi
dalam pemerintahan. Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian
pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal
sekarang. Kemudian pada 1986, IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi
sebagai alat koordinasi di antara DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway.
Pada 1990-an, internet telah berkembang dan menyambungkan banyak pengguna
jaringan-jaringan komputer yang ada. i)
Tahun 1991 – Sekarang
Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika
CERN memungut bayaran dari para anggotanya untuk menanggulangi biaya
operasionalnya. Pada 1992, mulai terbentuk komunitas internet dan
diperkenalkannya istilah World Wide Web (www) oleh CERN. Pada 1993, NSF
membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut
direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi
(oleh Network Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General Atomics/CERFnet).
Pada 1994, pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah
ke dalam berbagai segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari manusia. Pada 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi
provider dengan membeli jaringan di backbone. Langkah ini memulai pengembangan
teknologi informasi, khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk
mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.
Dijelaskan juga dalam buku 'Communication technology' karangan Everett M. Rogers dalam (Zamroni, 2009) membagi revolusi komunikasi ini menjadi empat era.
1.
Era Komunikasi Tulisan (The Writing Era of Communication)
Era ini dimulai tahun 4000 SM pada saat bangsa Sumeria
menggunakan tablet dari tanah liat, bangsa Cina menemukan tulisan untuk
percetakan buku dan bangsa Korea menemukan alat dari logam yang menggantikan
huruf-huruf dari tanah. Penemuan mesin cetak merupakan awal dimulainya riwayat
komunikasi massa. Dengan adanya mesin cetak ini maka pesan yang panjang dan
kompleks dapat disampaikan secara simultan ke satu atau lebih kelompok khalayak
yang besar. Salah satu produk dari mesin cetak adalah surat kabar yang berbagai
berita yang mutakhir dan diperlukan oler berisikan berbagai khalayak. Dengan
demikian, mesin cetak atau percetakan juga merupakan pemerata sosial yang
besar. Apabila tulisan telah menembus hambatan jarak dan waktu maka percetakan
melipatgandakan pesan tersebut. Menurut Bell, percetakan merupakan basis bagi
penyebaran kernampuan melek huruf dan meluasnya pelayanan pendidikan. Sedangkan
Parker menyatakan bahwa percetakan merupakan faktor kunci bagi berlangsungnya
Renaissance dan Revolusi Industri. Di bidang elektronika setelah munculnya
telepon dan telegraf dengan kabel maka pengembangan berikutnya adalah adanya
komunikasi tanpa kabel (wireless communicatipn) yang memungkinkan pesan yang
sama diterima secara simultan di berbagai lokasi yang tidak terbatas.
2.
Era Percetakan (The Printing Era of Communication)
Era ini dimulai dengan ditemukannya alat percetakan oleh
Gutenberg pada tahun 1456 ketika untuk pertama kalinya mencetak Kitab Injil.
Sekalipun mesin cetak mulai d|itemukan pada tahun ini, tetapi perkembangan
surat kabar berlangsung sekitar tahun 1600. Surat kabar pertama yang berhasil
di cetak di Eropa adalah Aviso di Wolfenbuttel di Strahbourg, Jerman pada tahun
1609. Kemudian menyusul Oxford Gazette di Ing^ris tahun 1620. Surat kabar lain
yang terbit di Eropa adalah surat kabar Oprechte Haarlemsche Courant di Belanda
pada tahun 1656, Einkommende Zaitung (1650) dan Frankfurtes Journal (1680) di
Jerman. Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1791 membawa dampak pada perkembangan
persuratkabaran di Eropa yaitu pada masa pemerintahan Napoleon yang membuat
perkembangan persuratkabaran terhambat. Surat kabar dianggap melakukan agitasi
yang dapat merongrong kekuasannya hingga akhirnya dia menutup surat kabar
menjadi 13 buah dan terakhir menjadi 4 buah. Tetapi di bagian yang lain,
persuratkabaran di Inggris justru menikmati kebebasan. Dan satu hal yang
menarik dalam persuratkabaran di Eropa adalah surat kabar yang berbahasa
Belanda atau Perancis beredar luas di negara-negara lain karena penduduknya
dapat memakai 2-3 bahasa nasional. Percetakan pertama di Amerika Serikat
dibangun pada tahun 1638 di Harvard University. Surat kabar pertama yang
dicetak muncul pada tahun 1690, yakni surat kabar "Public Occurance' di
Boston. Sesudah surat kabar ini tidak muncul kemudian terbit surat kabar
mingguan Boston Newsletter pada tahun 1704 oleh John Campbell, lalu menyusul
Boston Gazette pada tahun 1719. Memasuki abad-19 ditandai dengan banyaknya
peneman di bidang teknologi termasuk percetakan yang bisa digerakkan oleh
tenaga uap. Akibatnya surat kabar yang sebelumnya hanya bias diproduksi 500-600
lembar per jam dapat ditingkatkan menjadi 4000 lembar per jam. Perkembangan
pers yang didukung oleh kemajuan teknologi dan dan perkembangan masyarakat Amerika
pada saat ini, juga ditandai dengan perkembangan cara-cara pelaporan berita,
misalnya Jurnalistik kelompok dan Jurnalistik Investigasi yang digunakan dalam
skandal Watergate pada tahun 1973. Perkembangan industri surat kabar pada abad
kesembilan belas dan dua puluh dikarakteristikkan oleh dua kecenderungan utama:
pertama, pertumbuhan dan konsolidasi surat kabar yang diedarkan secara massal;
dan kedua, pertumbuhan internasionalisasi kegiatan pengumpulan berita. Kita
dapat mengilustrasikan kecenderungan pertama dengan merujuk pada industri surat
kabar Inggris, sekalipun perkembangan yang sama dapat diamati di beberapa
negara industrial besar lainnya. Karena masa lalu negara-negara di Asia pada
umumnya adalah negara bekas jajahan negara-negara Eropa, maka surat kabar di
Asia (termasuk di Indonesia) juga dikenalkan oleh mereka. Menurut sejarah,
surat kabar pertama yang masuk ke Indonesia adalah Memorie des Nouvelles pada
tahun 1615 yang berbentuk Newsletter. Sedangkan surat kabar pertama yang terbit
di Indonesia adalah Bataviaisme Nouvelles en Politique! Raisoven Mensen pada
tahun 1744 dalam bahasa Belanda dan disjisul surat kabar bahasa melayu di
Surabaya pada tahun 1855. Sampai tahun 1990 jumlah surat kabar di Indonesia
telah mencapai 21 tiras 4.5 juta perhari.
3.
Era Telekomunikasi (Telecomunication Era)
Salah satu teknologi yang berkembang pada masa ini adalah
film. Sejarah penemuan film berlangsung cukup panjang, disebabkan film
melibatkan masalah-masalah teknik yang cukup rumit seperti masalah optic,
lensa, projector, camera dan sebagainya. Pada tahun 1645, Kinscher menggunakan
Lentera untuk memproyeksikan gambar-gambar yang dibuat untuk pelajaran agama
bagi murid-muridnya. Tetapi karena bayangbayang yang dibuat belum pernah ada
yang melihat sebelumnya, akhirnya pekerjaan ini dianggap sebagai permainan setan.
Perkembangan sejarah penemuan film ini baru kelihatan setelah abad ke-18 dengan
percobaan kombinasi cahaya lampu dengan kaca lewat Lensa padat. Memasuki tahun
1900 orang Amerika berhasil membuat film tanpa suara dengan durasi 25 menit
seperti film 'A Trip To The Moon' (1902) dan "Life of an America Fireman'
(1903). Pada masa inilah film menga|ami masa keemasan. Teknologi lainnya adalah
radio. Usaha penemuan radio sudah dimulai sejak abad ke-17 oleh Volta, Ampere,
Huygens, Maxwell, Heindrich Hertz, Edmond Branly, Oliver Lodge dan Papov.
Kemudian pada tanggal, 14 Mei 1897 Marconi berhasil menghubung-hubungkan
temuan-temuan pendahulunya dan berhasil menghubungkan dua tempat yang
dipisahkan oleh selat Bristol yang lebarnya 9 km, melalui gelombang radio. Sejak
penemuan ini Telegram Radio mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan tiga
tahun kemudian Marconi berhasil mengirimkan berita Radio dari Inggris ke
Australia disusul berdirinya radio BBC (1923), NBC (1926) dan CBS (1927).
Kehadiran pesawat radio membawa manfaat untuk kepentingan dagang, pelayaran,
dan untuk menyampaikan informasi yang lebih cepat dalam urusan militer. Hal ini
bisa kita lihat penggunaan Radio dalam Perang Dunia kedua. Kini setelah satu
abad sejak Marconi menemukan pesawat radio!, ada 2,2 milyar pesawat Radio
penerima yang bertebaran di dunia, dan di Indonesia diperkirakan ada 23 juta
Radio penerima yang beredar di tengah masyarakat. Terjadinya perkawinan antara
beberapa jenis media dan teknologi menghasilkan berbagai bentuk baru yang memiliki
kemampuan yang berlipat ganda. Demikian pula di bidang komunikasi. Munculnya
televisi (TV) dengan berbagai kelebihan komunikasi yang dimilikinya telah
menciptakan beraneka pelayanan komunikasi yang lengkap dan unik. Televisi mampu
menyampaikan pesan informasi dalam wujud gambar dan suara sekaligus. Namun
demikian, televisi memiliki beberapa Melemahan sistem penyiaran yang
dipancarkan ke udara, mengalami hambatan untuk wilayah tertentu, seperti daerah
pegunungan. Maka, Robert J. Tarlton mengemukakan idenya yailtu televise dengan
antena bersama yang disambungkan ke rumah-rumah penduduk. Inilah yang menjadi
asal mula TV kabel yang dikenal dewasa ini. Penemuan Televisi diawali dengan
beberapa penemuanpenemuan di antaranya oleh seorang kebangsaan Jerman yang
bernama Paul Nipkow pada tahun 1884, kemudian oleh Charles F.Jenskins di
Amerika pada tahun 1890. Dari temuan-temuan itu kemudian dikembangkan oleh Phil
T. Fransworth di Idaho (AS) pada tahun 1922 dan oleh Dr.Vladimir Zworikins di
Westinghouse (AS) tahun 1923 adan disusul oleh Baird di Inggris tahun 1927.
tetapi dari penemuan-penemuan ini yang terkenal dengan sebagai bapak Televisi
adalah Nipkow Disk. Ada dua peristiwa penting bagi masyarakat Amerika terhadap
keberhasilan penemuan pesawat televisi, yakni sebagai alat kampanye presiden
seperti debat terbuka Nixon dan Kennedy, dan yang kedua adalah keberhasilan
Amerika dalam pendaratan Apollo II di bulan yang disaksikan kurang lebih 500
juta penduduk dunia melalui pesawat televisi. Di Indonesia Televisi pertama
kali diperkenalkan pada tahun 1962 ketika Indonesia mendapat kehormatan untuk
menyelenggarakan pesta olah raga Asean Games di Jakarta. Pada saat ini
jangkauan siaran hanya sekitar Jakarta dan Bogor pada radius 80 km. Tiga tahun
kemudian baru menyusul pembangunan TVRI di daerah-daerah lain seperti Medan
(1970), Ujuni Pandang (1972), Balikpapan (1973) dan Palembang (1874). Pada saat
ini diperkirakan jumlah pesawat Televisi ada 18 juta.
4.
Era. Komunikasi Interaktif (Interactive Communication Era)
Era komunikasi interaktif ditandai dengan dengan
ditemukannya berbagai kemajuan teknologi seperti Komputer, Satelit, Internet
dan Iain-lain. Masuknya komputer ke jaringan komunikasi telah mewujudkan
berbagai kemudahan baru dalam berkomunikasi, serta masih membuka kemungkinan
untuk sekian banyak peluang baru di bidang ini. Dengan bantuan computer maka
bukan saja penyimpanan, pengolahan dan penelusuran informasi berlangsung cepat
dan handal, tetapi juga pertukarannya pun dapat berlangsung ke mana saja dan di
mana saja. Suatu komputer modern yang serba guna terdiri dari sebuah unit
pengolah sentral yang dihubungkan dengan kabel ke alat input dan output dan ke
sistem penyimpanan data. Dalam kebanyakan sistem alat input merupakan terminal
data yang mirip dengan komputer personal. Komputer amat penting peranannya
dalam perkembangan teknologi komunikasi seperti yang ada sekarang ini.
Kemampuan pengolahan informasi pada komputer menyebabkan batasan antara sistem
komputer dengkn system komunikasi hampir-hampir sulit ditentukan dengan persis.
Komputer seringkali disebut sebagai otak tiruan (artificial brain). Penemuan
komputer ini telah dirintis oleh ahli matematika seperti Blaise Pascal yang
berhasil menemukan mesin hitung pada tahun 1642 dan Gottfied Withelm dengan mesin
hitungnya yang dapat melipatgandakan angka-angka dalam bentuk akjar (square
root) pada tahun 1694. Pada abad ke-17 berhasil ditemukan cara kerja seperti
komputer yang dikembangkan di Swiss,, Perancis dan Italia. Dan pada tahun 1835
Charless Babbagae berhasil menemukan mesin analisis data. Dua dekade berikutnya
Herman Hollerith seorang insinyur yang mengajar di MIT (Massachusetts Institute
of Technology) menemukan mesin tabulasi yang bias membaca data secara
elektronik. Penemuan di dunia komputer ini terus njengalami perkembangan dengan
penelitian yang dilakukan antara tahun 1911-1946 hingga berhasil ditemukan
Electronic Numerial Integrator and Computer (ENIAC) sebagai komputer elektronik
pertama yang disempurnakan oleh J. Prespen Eckert Jr., John W. Manchly dan
Brainerd di University of Pennsylvanis pada tahun 1946. Komputer jenis ini
menempati ruangan sebesar 90 m2 atau 9x5 m dengan tinggi 2 m dan berat 30 ton.
Generasi ENIAC selanjutnya muncul dengan komputer yang berdasarkan microchip
yang dikembangkan oleh Dr.Robert Noyce, lulusan MIT yang mengajar di Stanford
University California dengan dibantu oleh William Shockley yang menemukan
transistor. Komputer jenis ini dibanding dengan generasi ENIAC sebelumnya 1500x
lebih kecil, 10.000 kali lebih murah, 17.000 kali lebih ringan dan 28.000 kali
lebih kecil kebutuhan tenaga listriknya. Di bidang lain, satelit komunikasi
merupakan suatu produk kemajuan teknologi yang tidak terbayangkan akan terwujud
pada masa Arthur C. Clarke yang memaparkan gagasannya lewat tulisan Wireless
World edisi Oktober 1945. Namun, pada akhir tahun 1950-an John R. Pierce dari
Bell Laboratories i berhasil mendemonstrasikan kelayakan komunikasi ruang|
angkasa dengan satelit Echo dan Telstar. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh
Uni Soviet tahun 1957 dengan satelit SPUTNIK dan Amerika Serikat pada tahun
1963 dengan satelit komunikasi geosynchronous yang pertama, yaitu SYNCOM 2.
Pada tahun 1954, seorang insinyur yang bekerja di laboratorium Electronic Bell
bernama John R. Pierce berusaha mengembangkan ide Arthur C.Clarke, mantan
penerbang Inggris yang mengemukakan idenya bahwa kita bisa berkomunikasi dengan
melintasi gunung dan lautan. Hingga pada tahun 1957 Rusia berhasil meluncurkan
Satelit pertamanya yang diberi nama SPUTNIK. Peluncuran patelit ini sebagai
awal perlombaan teknologi angkasa luar antara Rusia dan Amerika. Lima tahun
setelah peluncuran SPUTNIK ini, Amerika berhasil meluncurkan satelitnya yang
pertama dengan nama TELSTAR pada tanggal, 10 Juli 1962. Kemudian disusbl dengan
satelit ERLY BIRD pada tahun 1965. Indonesia sendiri menjadi anggota Intelsat
pada tanggal, 9 Junil967 yang didirikan di Stasiun Bumu Jatiluhur yang diberi
nama Satelit PALAPA. Dengan menggunakan sitelit ini, komunikasi yang terjadi di
negara Indonesia mengalami kemajuan yang pesat. Misalnya adanya telepon,
perluasan jaringan Televisi, dan Radio. Potensi satelit adalah untuk menerima
dan memancarkan kembali sinyal siaran ke
seluruh tempat yang dapat dijangkaunya.Hal ini memungkinkan siaran radio dan
televisi dapat djiterima di mana saja sepanjang dapat ditangkap oleh antena
stasjun bumi. Dengan kata lain, manfaat yang utama dari adanya' teknologi
satelit adalah untuk keperluan penyiaran baik radio maupun televisi. Sehubungan
dengan banyaknya permintaan akan pelayanan satelit maka FCC di AS menerima
rencana spasi verbal 2 untuk C-band (6,4 GHz) dan Ku-band (12/14 GHz) pada
bijur spasi orbital, meliputi Amerika Serikat. Pada tahun 1987 diharapkan spasi
orbital dapat dikecilkan menjadi 2'C dan pelaksanaan segera spasi 2' Ku-band.
Dalam perkembangannya, pemakaian Ku-band meningkat lebih cepat dibandingkan
pemakaian frekuensi C-band. Hal ini dikarenakan pemakaian frekuensi C-band
lebih sulit dan banyak permasalahannya. Salah satu faktor pemindahan dari
C-band ke Ku-band adalah bahwa slot orbital untuk C-band sudah hamper semuanya
terisi, dan kemungkinan yang lebih baik adalah dengan penggunaan Ku-band.
C. C. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Perkembangan peradaban manusia
beriringan dengan perkembangan cara penyampaian informasi komunikasi yang
dikenal dengan istilah (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Teknologi
informasi adalah sarana dan prasarana (hardware, software, useware) sistem dan
metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan,
mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna (Bambang Warsita, 2008).
Hal yang sama di ungkapkan oleh Lantip dan Rianto dalam (Rizky, 2014) teknologi
informasi diartikan sebagai ilmu pengetahuan dalam bidang informasi yang
berbasis komputer dan perkembanganya sangat pesat. Diungkapkan pula oleh Hamzah
B. Uno dan Nina Lamatenggo (2011) bahwa teknologi informasi adalah suatu
teknologi yang digunakan untuk mengolah data. Pengolahan itu termasuk
memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai
cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan,
akurat, dan tepat waktu. Adapun menurut McKeown dalam Suyanto (2005) teknologi
informasi merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk
menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala
bentuknya. Teori yang lain juga diungkapkan oleh Williams dalam Suyanto (2005)
teknologi informasi merupakan sebuah bentuk umum yang menggambarkan setiap
teknologi yang membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan,
mengkomunikasikan, dan atau menyampaikan informasi. Teori pendukung yang lain
menurut Behan dan Holme dalam Munir (2009) teknologi informasi dan komunikasi
adalah segala sesuatu yang mendukung untuk me-record, menyimpan, memproses,
mendapat lagi, memancar/mengantarkan dan menerima informasi Dari pendapat para
ahli di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah suatu teknologi
berupa (hardware, software, useware) yang digunakan untuk memperoleh,
mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan
menggunakan data secara bermakna untuk memperoleh informasi yang berkualitas.
D. D. PERALATAN
TEKNOLOGI INFORMASI
Berdasarkan buku karangan Hidayat. R
dkk tahun 2006 dijelaskan macam-macam peralatan teknologi informasi, yaitu :
1.
Komputer
Komputer adalah alat berupa hardware
dan software yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi dengan cara
menerima input, mengolah input, dengan menggunakan suatu program yang tersimpan
di memori komputer dan memberikan output yang berupa informasi. Informasi yang
dihasilkan dapat berupa tulisan, gambar, suara, video dan animasi.
2.
Proyektor LCD (Liquid Crystal Display)
LCD adalah teknologi layar digital yang
menghasilkan citra pada sebuah permukaan yang rata (flat) dengan memberi sinar
pada kristal cair dan filter berwarna, yang mempunyai struktur molekul polar,
diapit antara dua elektroda yang transparan. LCD digunakan untuk menayangkan
informasi yang berasal dari komputer atau media lain.
3.
OHP (Over Head Projector)
OHP adalah salah satu alat yang
digunakan untuk memproduksi atau memproyeksikan gambar atau visual yang ada di
dalam transparansi diatas permukaan kaca yang apabila lampu OHP dinyalakan maka
transparansi tersebut akan terproyeksikan.
4.
Laptop/Notebook
Memiliki fungsi yang sama seperti
komputer tetapi bentuknya lebih praktis, dapat dilipat dan mudah dibawa
kemana-mana. Karena menggunakan baterai charger, sehingga dapat digunakan tanpa
menggunakan listrik.
5.
Personal Digital Assistant
(PDA)/Komputer genggam
Peralatan sejenis komputer tetapi
bentuknya sangat mini sehingga dapat dimasukan ke dalam saku, fungsinya untuk
mengolah data, bahkan sekarang banyak PDA yang dapat berfungsi sebagai
handphone (PDA Phone).
6.
Deskbook
Peralatan sejenis komputer yang
bentuknya praktis yaitu CPU menyatu dengan monitor, sehingga mudah diletakan
diatas meja tanpa memakan banyak tempat tetapi masih harus menggunakan listrik
langsung, karena belum dilengkapi baterai.
7.
Kalkulator
Kalkulator adalah alat untuk menghitung
dari perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian sampai kepada kalkulator sains yang dapat menghitung rumus matematika
tertentu. Pada perkembangannya, kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi
tambahan dari komputer, handphone,
bahkan sampai jam tangan.
8.
Kamus Elektronik
Kamus elektronik adalah kamus yang berbasis komputer
yang bisa dibawa kemana-mana karena ukurannya yang kecil (seperti PDA). Peralatan
elektronik yang digunakan untuk untuk menerjemahkan antar bahasa.
9.
MP4 Player
Peralatan yang digunakan sebagai media
penyimpanan data sekaligus sebagai alat pemutar video dan musik serta game.
10.
MP3 Player
Peralatan yang dapat menyimpan data
sekaligus dapat digunakan untuk memutar musik dan mendengarkan radio.
11.
Flash Disk
Media penyimpanan data yang berbentuk
Universal Serial Bus (USB), tetapi dapat menyimpan data dalam jumlah
banyak.
12.
Televisi
Peralatan teknologi yang digunakan
untuk menyampaikan informasi dalam bentuk gambar dan suara. Televisi
berasal dari kata tele (jauh) dan vision (tampak/visual). Artinya, informasi
dapat dipancarkan dari jarak jauh dan penerima informasi membutuhkan sebuah
alat yang disebut televisi untuk menerima informasi dalam bentuk suara dan
visual.
13.
Radio
Peralatan
elektronik yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari stasiun pemancar
berupa gelombang elektromagnet yang membawa informasi suara dengan frekuensi
yang telah ditetapkan.
E.
PERALATAN
TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Berdasarkan buku karangan Rudi
Hidayat dkk tahun 2006 dijelaskan macam-macam peralatan teknologi komunikasi,
yaitu :
1.
Handphone atau Telepon Selular
Alat komunikasi bergerak untuk mengirim
data suara. Telepon seluler menggunakan gelombang elektromagnet sebagai media
penghantar. Kelebihan telepon seluler dibanding telepon biasa adalah sifatnya
yang mudah dibawa. Di Indonesia, ada dua jenis jaringan telepon seluler, yaitu
jaringan GSM dan jaringan CDMA.
2.
Faximile
Alat untuk mengirim dan menerima
dokumen melalui jalur telepon. Cara kerja faximile mirip dengan mesin fotokopi
atau scanner, hanya saja outputnya keluar di tempat yang diinginkan. Pengirim
dan penerima harus sama-sama memiliki mesin faximile agar dapat mengirim
informasi.
3.
Telegraph
Telegraf adalah sistem komunikasi yang
dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan isyarat listrik
dalam bentuk kode morse. Peralatan komunikasi ini digunakan untuk mengirim
sandi melalui jaringan telepone.
4.
Pager
Pager
(biasanya disebut sebagai beeper) adalah salah satu media penerima pesan
yang portable, yang terbentuk dari perpaduan dari perkembangan teknologi
komunikasi dan teknologi informasi, dan merupakan simple personal
telecommunication device yang berguna untuk menerima pesan singkat. Secara
sedarhana pager bekerja berdasar prinsip kode signal radio yang ditransmisikan
melalui suatu provider (Penyedia jasa layanan) atau bisa disebut juga secara
singkat bahwa pager adalah alat yang digunakan untuk menghubungi seseorang
melalui jaringan tertentu, dimana operatornya adalah melalui manusia.
5.
Walky Talky
Peralatan komunikasi antara 2 orang
menggunakan pesawat khusus (HT) tanpa kabel menggunakan gelombang 11 meter atau
2 meter. Komunikasi alat ini tidak memerlukan biaya atau tarif, namun
konunikasinya secara bergantian dan dapat didengarkan oleh orang lain pada
gelombang yang sama.
6.
Internet Mesenger
Internet
Mesenger yaitu komunikasi antara satu orang dengan orang lain menggunakan teks,
suara atau video dengan komputer, komunikasi jenis ini dapat dilakukan dengan
satu orang atau beberapa orang sekaligus (confenece) .komunikasi jenis ini
selain menggunakan teks (chatting) tetapi juga dapat menggunakan suara (voice)
bahkan sekarang dapat juga menggunakan streaming (Messenger dengan webcam).
7.
Email
Email adalah media komunikasi yang
digunakan untuk berkirim surat atau data melalui internet. Komunikasi melalui
email lebih efisien selain tidak perlu membayar proses pengirimannya sangat
cepat sampai. Contoh Perusahaan pembuat email: Yahoo, Plasa, Hotmail, Gmail,
Mailcity dan sebagainya.
8.
Surat POS
Surat POS yaitu media pengiriman surat
biasa melalui jasa pengiriman paket pos, biasanya pengiriman pos memakan waktu
yang lebih lama, karena pengirim harus mengetahui alamat surat dengan jelas.
F. PERBEDAAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KONVENSIONAL DAN MODERN
Berikut
ini disajikan tabel mengenai perbedaan teknologi informasi dan komunikasi konvensional
dan modern (Sandusiah, 2012) :
|
No
|
Teknologi
Informasi Komunikasi Konvensional
|
Teknologi Informasi Komunikasi
Modern
|
|
1.
|
Membutuhkan waktu yang cukup lama karena
bersumber pada sesuatu yang
bersifat nyata, contohnya bersumber dari buku.
|
Membutuhkan wakru yang relative singkat, lebih
terbuka dan fleksibel karena bersumber dari sesuatu yang berbasis elektronika seperti
internet.
|
|
2.
|
Informasinya masih bersifat mengulang-ulang atau
kurang kreasi dalam mengembangkan Informasi itu sendiri dan seni mengajarnya,
dan biasanya merupakan buku dan catatan yang sama sepanjang tahun.
|
Informasinya bukan
hanya berpaku pada buku yang sama namun relative berinovasi serta berkembang
sesuai zaman dan perkembangan teknologi
seperti adanya CD Tutorial, E- Book ataupun buku-buku online lainnya yang
dapat di akses kapanpun.
|
|
3.
|
Dalam mendapatkan informasinya masih mengalami
keterbatasan financial dan jauhnya lokasi.
|
Relative lebih murah dan dapat
mengakses apa saja, kapan saja dan dimana saja tanpa batasan
jarak/lokasi.
|
|
4.
|
Cenderung
menggunakan metode tatap muka
|
Perpaduan antara
metode tatap muka dengan metode online (via internet dan berbagai
pengembangan teknologi
informasi
lainnya.
|
G.
PERKEMBANGAN TENOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN
Perkembangan kemajuan teknologi komunikasi dewasa ini
berlangsung demikian pesatnya sehingga banyak yang menyebut gejala ini sebagai suatu revolusi
atau perubahan (Nasution, 2014). Sekalipun kemajuan tersebut masih dalam tahap
perkembangan, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan terjadinya berbagai
perubahan di bidang komunikasi maupun bidang-bidang kehidupan lain yang
berhubungan, sebagai implikasi dari perkembangan keadaan yang dimaksud.
Perubahan-perubahan yang terjadi, disebabkan oleh
berbagai kemampuan dan potensi teknologi komunikasi, yang memungkinkan manusia
untuk saling berhubungan dan memenuhi kebutuhan komunikasi mereka secara hampir
tanpa batas. Beberapa keterbatasan yang dulu dialami manusia dalam berhubungan
satu sama lainnya, seperti faktor jarak, waktu, jumlah, kapasitas, kecepatan
dan lain-lainnya, kini dapat diatasi dengan dikembangkannya berbagai sarana
komunikasi mutakhir. Adanya penggunaan satelit, misalnya hampir tidak ada lagi
batas jarak dan waktu untuk menjangkau khalayak yang dituju di mana pun, dan
kapan saja diperlukan. Begitu pula dengan kemampuan menerima, mengumpulkan,
menyimpulkan dan menelusuri kembali informasi yang dimiliki oleh perangkat
teknologi komunikasi, seperti komputer, videodisc maka hampir tidak ada lagi
hambatan yang dialami untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan yang
berkenaan dengan kemampuan sarana yang digunakan.
Beberapa
wujud sistem informasi dan komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi
yang dikemukakan oleh Bell dalam Nasution (2014) adalah :
1.
Jaringan pengolahan data yang memungkinkan orang berbelanja
cukup dengan menekan tombol-tombol komputer di rumah masing-masing. Pesanan
akan dikirimkan langsung ke rumah pemesan oleh toko tempat berbelanja.
2.
Bank informasi dan sistem penelusuran, yang memungkinkan
pemakaiannya menelusuri informasi yang diperlukan serta memperoleh kopi
cetakannya dalam sekejap mata.
3.
Sistem teleks, yang menyediakan informasi mengenai segala
rupa kebutuhan. Seperti berita, cuaca, informasi finansial, iklan
terklasifikasi, katalog segala macam produk, lewat layar televisi di rumah
masing-masing.
4.
Sistem faksimile, yang memungkinkan pengiriman dokumen secara
elektronik.
5.
Jaringan komputer interaktif, yang memungkinkan pihak-pihak
berkomunikasi mendiskusikan informasi melalui komputer.
Di
negara-negara maju, sistem komunikasi dengan teknologi tersebut telah menjadi
kenyataan. Sementara itu sebagian juga telah masuk dan digunakan di
negara-negara sedang berkembang. Bahkan beberapa di antaranya sudah dengan
mudah kita temukan di Indonesia dengan penggunaan sehari-hari, seperti
komputer, telecopy, videocassette, fasilitas telekonferensi, satelit.
Kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi ini, menurut Ploman (1981) dalam Nasution
(2014) ditandai oleh tiga karakteristik berikut ini.
1.
Tersedianya keluwesan dan kesempatan memilih di antara
berbagai metode dan alat untuk melayani kebutuhan manusia dalam komunikasi.
Bila pada masa lalu hanya ada alat peralatan “berat”, yang profesional dan
mahal maka kini tersedia bermacam-macam sarana yang “ringan”, metode yang hanya
memerlukan keterampilan minimal, serta murah. Dengan kata lain, kini kita bisa
memilih sendiri tingkat teknologi yang kini kita perlukan.
2.
Kemungkinan mengkombinasikan teknologi, metode dan
sistem-sistem yang berbeda dan terpisah selama ini. Berbagai bentuk baru
transfer komunikasi dan informasi telah dimungkinkan dengan pengombinasian
tersebut.
3.
Kecenderungan ke arah desentralisasi, individualisasi dalam
konsep dan pola pemakaian teknologi komunikasi.
Melihat
karakteristik serta bentuk-bentuk wujud fisik teknologi komunikasi yang sedang
dikembangkan tersebut, dapat diperkirakan betapa luasnya potensi teknologi
komunikasi sehingga penerapannya pun akan meliputi berbagai bidang kehidupan
manusia.
Dunia pendidikan sangat memicu perkembangan teknologi
informasi. Pemanfaatan TIK dalam pendidikan di Indonesia telah memiliki sejarah
yang cukup panjang. Pemerintah inisiatif untuk menyelenggarakan siaran radio
pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi
kesatuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud
dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu
proses pendidikan masyarakat (Sandusiah, 2012). Kelemahan utama siaran radio
maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal balik yang
seketika.
Siaran bersifat searah, yaitu dari narasumber belajar atau
fasilitator kepada pembelajar. Pengenalan komputer dengan kemampuannya mengolah
dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie)
memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran
radio dan televisi. Televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih
bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis
teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real
time) maupun asinkron (delayed) (Sandusiah, 2012). Pembelajaran berbasis
Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan
utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat
yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar
teknologi Internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang
terhubung ke jaringan komputer. Melalui sarana-sarana yang ada dalam internet kita
dapat memperoleh informasi dengan mudah, praktis dan cepat.
Berikut ini merupakan contoh peranan teknologi untuk siswa
dan siswi di bidang pendidikan (Setiawati, 2018) :
1.
Sebagai
media pembelajara daring (online)
2.
Sebagai
media belajar online dengan cangkupan yang lebih luas sebagai pengganti buku
dan digantikan teknologi buku elektronik.
3.
Sebagai
media belajar kelompok , Karena teknologi smartphone yang dilengkapi aplikasi
messenger seperti whatsap dapat membuat grub antar siswa agar lebih mudah dalam
melakukan diskusi berkelompok tanpa harus berkumpul.
4.
Dengan
adanya teknologi untuk metode belajar siswa akan memiliki pengetahuan yang
lebih luas sebagai contoh mesin penulusur google yang memiliki banyak sekali
artikel dan ilmu didalamnya yang dapat kita akses secara gratis.
5.
Peran
teknologi terhadap siswa lainya sebagai media untuk mendapatkan pengumuman dari
seorang guru atau ketua kelas jika ada PR ataupun pengumuman untuk libur
memalui smartphone via sms ataupun online messenger atau whatsap
6.
Lebih
ringkas dalam pembelajaran karena materi yang tertera pada teknologi mesin
telusur google menunjukan apa yang sedang kita cari dan sangat memudahkan kita
dalam menemukan suatu jawaban tanpa memakan waktu lama dan dapat mempersingkat
waktu dalam pencarian artikel atau wacana untuk para siswa siswi belajar.
Memperoleh berita dan menyampaikan pesan adalah hal
yang tidak mudah, berita dan pesan seharusnya disampaikan selagi up to
date. Dahulu sulit sekali untuk mengumpulkan atau mengetahui hasil penelitian, namun sekarang sudah banyak tersedia dan dapat kita peroleh dengan mudah, seperti kita masuk ke toko buku, misalnya Gramedia.
Andaipun tidak tersedia, kita akan mudah mendapatkannya walaupun harus dipesan dari luar
negeri. Bahkan kini juga ada lembaga internasional yang menyajikan jasa
informasi keilmuan, hasil
penelitian dan pengetahuan, misalnya ERIC, ELSEVIER atau jurnal keluaran dalam negeri.
Kini suatu revolusi yang mempengaruhi berbagai
kegiatan manusia sedang berlangsung. Revolusi ini berkenan dengan berita dan
pesan yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Ciri revolusi
ini adalah kemudahan, kecepatan dan ketepatan untuk memperoleh serta
menyebarkan berita dan pesan serta menyusun, menciptakan dan menggunakan berita
dan pesan untuk berbagai macam kepentingan termasuk untuk mempengaruhi keadaan (Ningrum,2018). Revolusi teknologi
infromasi menyebabkan orang dengan cepat
mengetahui berita dan dengan cepat pula mengirimkan berita, sehingga
terciptalah komunikasi yang efektif. Revolusi informasi tidak hanya merubah
proses memperoleh berita dan sulit menjadi mudah melainkan melahirkan alat,
teknik-teknik dan mesin yang dibuat ditempat lain yang diketahui serta
dimengertinya dengan jelas dari informasi (dari uraian dan lukisan di majalah,
tv, selebaran dan sebagianya). Hingga pada akhirnya manusia akan mengalami
kemudahan untuk mentransfer informasi serta berkomunikasi.
H.
DAMPAK POSITIF
DAN NEGATIF PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
Dampak
yang ditimbulkan dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dunia
pendidikan menurut Christyn Elisabeth Siagian dalam Setiawati (2018) dapat dibedakan menjadi dua, yakni dampak positif dan
dampak negatif. Dampak positif perkembangan teknologi informasi dalam dunia
pendidikan adalah:
1. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah
di akses untuk kepentingan pendidikan.
2.
Mempermudah akses terhadap informasi terbaru,
merupakan salah
satu efek dari bertambah cepatnya arus informasi. Dengan adanya teknologi
informasi dan komunikasi yang berkembang sangat pesat, maka siapapun akan bisa
memperoleh informasi dengan mudah. Akses terhadap informasi ini bisa dilakukan
kapanpun, dimanapun, dan dari siapapun itu. Hal ini akan membantu individu
dalam meningkatkan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya, meski terkadang
realibilitas dan validitas dari informasi tersebut dipertanyakan. Hal ini
menjadi penanda bahwa penggunaan internet untuk berkomunikasi menjadi salah
satu pilihan yang sangat diminati. Karena dapat terhubung ke setiap orang dari
belahan dunia manapun. Disinilah peranan manfaat jaringan komputer sebagai salah satu sumber penggunaan internet menjadi lebih
optimal.
3. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang, dengan
adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
4. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan
memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis
teleconference yang tidak mengaharuskan pendidik dan peserta didik berada dalam
satu ruangan.
5. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan
akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem telnologi informasi dan
komunikasi.
6. Sharing dan berbagi file atau dokumen saat ini sudah merupakan kebutuhan dari setiap orang. Baik dari
file music ataupun dokumen penting, bisa dibagikan dengan menggunakan internet
yang merupakan produk dari teknologi informasi dan juga komunikasi. Setiap
user dapat saling membagikan file dan dokumen dengan mudah, bahkan kita
saat ini bisa menyimpan file yang kita miliki dengan mudah di dalam cloud
storage, atau media penyimpanan di dalam internet. Kegiatan
membagikan file ke user tujuan tentunya memerlukan security yang cukup aman agar
data yang di share tetap rahasia hingga user yang dimaksud menerima. Cara menjaga keamanan jaringan komputer perlu diperhatikan agar data yang dibagikan
tetap terjaga
Dampak negatif
teknologi informasi dalam dunia pendidikan, antara lain:
1. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan
semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HAKI), karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang
yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan, walaupun sistem administrasi
suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, akan tetapi jika
terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat
fatal, salah satu dampak negatif televise adalah melatih anak untuk berpikir
pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of
attention).
2.
Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik,
dengan semakin berkembangnya teknologi informasi terkadang menjadikan setiap
orang mencari sesuatu secara instan dan cepat dalam memenuhi semua kebutuhannya
baik kebutuhan secara fisik atau nonfisik, sehingga menjadikannya kurang untuk
beraktifitas.
3.
Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber,
semakin munculnya dampak negative dengan berkembangnya kejahatan melalui media
sosial yang ada.
4.
Cyber Bullying
5.
Konten negative yang berkembang pesat
6.
Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas,
berkembang pula informasi yang kurang jelas yang terkadang mengandung informasi
penuh dengan kebohongan. Terkadang pengguna informasi ridak melakukan cek dan
ricek terhadapp informasi yang didapatkannya.
7.
Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan
8.
Menurunnya prestasi belajar dan kemampuan seseorang.
Jika kemajuan teknologi tidak
dimanfaatkan secara bijak, maka akan mengakibatkan menurunnya gairah dalam
belajar sehingga berpengaruh pada prestasi yang akan dicapai.
I.
PENUTUP
Adanya teknologi informasi dan komunikasi di era
globalisasi ini dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi
yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia
pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang
positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai
memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan baik dari segi kecepatan
memperoleh informasi, kemudahan administrasi bahkan menciptakan inovasi. Akan
tetapi semua itu tidak terlepas dari sisi negatifnya, walau demikian hal
tersebut bisa kita jadikan sebagai rambu-rambu agar tidak mauk ke dalam sisi
negatif tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
B. Uno, H. (2010). Teknologi Komunikasi dan Informasi
Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Baharudin, R. (2013). Keefektifan Media Belajar Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi.
Jurnal Tadris Stain Pamekasan, 5(1), 112–127.
Budiman, Haris. (2017). Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan,
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. 8(1). E-ISSN: 2528-2476. P.ISSN: 20869118
Hamzah B, Uno. & Nina L.
(2011). Teknologi Komunikasi dan
Informasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hariningsih, S. (2005). Teknologi Informasi. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Hidayat, R. Juhana, N & Suryana, D. (2006). Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA .
Jakarta : Erlangga.
Munir. (2011). Pembelajaran
Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alabeta
Nasution, Z. (2014). Perkembangan Teknologi Komunikasi Modul 1 Latar Belakang Revolusi
Teknologi Komunikasi. Jakarta : Universitas Terbuka
P3TIE-BPPT. 2001. Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta : Pusat
Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi dan Elektronika (P3TIE).
Sundusiyah, Aida. (2002). Perkembangan teknologi informasi komunikasi . PGSD FIP. Bandung :
Universitas Pendidikan Indonesia.
Suyanto. (2005). Pengantar Teknologi Informsi untuk Bisnis edisi 1. Yogyakarta:
penerbit Andi.
Zamroni, Mohammad. (2009). Perkembangan
teknologi komunikasi dan dampaknya terhadap kehidupan. Jurnal dakwah, X(2).
199-207.