Senin, 12 Desember 2022

kanvas strategi pembelajaran merdeka belajar

 Kanvas strategi merdeka belajar terdiri dari 5 elemen 

    1. Profil Murid: Bagaimana gambaran karakteristik murid di kelas yang menjadi dasar untuk menyesuaikan atau menyusun elemen yang lain?
    2. Tujuan pembelajaran: Apa capaian belajar yang akan dicapai dalam satu atau sejumlah pertemuan? Tujuan pembelajaran biasanya diterjemahkan dari kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Dalam praktik, guru perlu melakukan upaya melibatkan murid untuk mengubah tujuan pembelajaran menjadi tujuan
    3. Bukti dan Asesmen: Bukti: Apa produk atau hasil usaha murid yang membuktikan penguasaan suatu kompetensi? Asesmen: Apa serangkaian penilaian untuk memahami upaya dan hasil belajar murid dalam menguasai suatu kompetensi?
    4. Strategi pembelajaran: Bagaimana serangkaian tahapan dan aktivitas belajar baik yang dilakukan mandiri oleh murid maupun yang dipandu oleh guru? Strategi ini mengantarkan murid dari kondisi awal yang digambarkan pada elemen Profil Murid menuju penguasaan Tujuan Belajar.
    5. Cakupan: Apa saja konten atau isi dari satu atau lebih pelajaran yang digunakan guru untuk membantu murid menguasai Tujuan Belajar? Penting juga menuliskan sumber dari konten belajar tersebut.


Tahap Penggunaan Kanvas

  1. Kembali pada tujuan awal pembuatan kanvas, penyusunan silabus atau RPP. Penyusunan silabus disarankan secara kolektif. Setelah silabus selesai, guru menyusun
  2. Untuk penyusunan RPP, hasil kanvas dipindahkan ke format RPP yang digunakan berdasarkan keputusan guru dan sekolah. Tidak ada masalah dengan keragaman format RPP. Sebagian guru merasa cukup dengan RPP yang sederhana, sebagian yang lain butuh RPP yang detail termasuk skrip yang akan disampaikan di
  3. Dokumen RPP adalah dokumen hidup, dokumen yang terus menerus dikembangkan sepanjang proses pembelajaran. Apabila dinamika kelas mengarah pada arah yang berbeda dengan yang ditetapkan pada RPP, jangan ragu melakukan perubahan RPP. Perubahan RPP tetap bisa menggunakan kanvas strategi merdeka

Jumat, 18 Oktober 2019

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN


A. PENDAHULUAN
Teknologi Informasi dan Komunikasi pada jaman sekarang adalah bagian dari penopang dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan segala sesuatu apapun yang dapat membantu manusia dalam penyampaian dan penyebarluasan informasi dengan menggunakan media (Sandusiyah, 2012). Teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja serta memungkinkan semua kegiatan dapat terselesaikan dengan cepat, tepat, akurat dan meningkatkan produktifitas kerja karena teknologi informasi menghasilkan informasi yang berkualitas dan sangat relevan baik untuk keperluan pribadi, bisnis, kesehatan, hobi dan kegiatan lainnya.
Di era globalisasi ini, telekomunikasi dan informatika adalah dua faktor penting karena keduanya merupakan sarana komunikasi antara penyedia dan pengguna informasi (P3TIE-BPPT, 2001). Pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran khususnya di lingkungan pendidikan yang sifatnya formal, sudah di mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi mengalami perkembangan yang sangat pesat (Sinaga, 2009). Mesin tik yang populer di jaman dulu, sekarang sudah beralih pada komputer dengan kemampuan yang super canggih. Penggunan overhead projector (OHP) sekarang sudah digantikan LCD dengan tipe-tipe yang lebih canggih dan akan lebih mempercepat transfer ilmu pengetahuan.
Perkembangan teknologi informasi yang semakin maju di era globalisasi sekarang ini tidak bisa dihindari lagi pengaruhnya dalam dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan agar selalu menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaannya bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Teknologi informasi merupakan perkembangan sistem informasi dengan menggabungkan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi (Baharudin, 2013). Institusi pendidikan di Indonesia mulai berlomba-lomba mememanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan dengan membangun infrastruktur hardware, jaringan internet, pengadaan software dan lain sebagainya, yang semua itu dilakukan dalam usaha memenuhi kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien (Budiman, 2017). Pelatihan-pelatihan dengan pemanfaatan aplikasi komputer pun sering diselenggarakan seperti; Intelligent Tutoring System (ITS), Computer Basad Training (CBT), dan e-Learning System (Hariningsih, 2005). Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pertemuan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih ke arah terbuka. Pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (fleksibel) , terbuka dan dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan apabila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan (Budiman, 2017). Dijelaskan dalam buku Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran oleh B. Uno tahun 2010  bahwa kecendrungan pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah  :
1.       Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learing). Kemudian untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukkan sebagai strategi utama;
2.       Shareng resource bersama antar lembaga pendidikan/latihan dalam sebuah jaringan perpustakaan dan istrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku;
3.       Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM multi media dalam pendidikan secara bertahap menggantikan televisi dan video.
Adanya perkembangan teknologi dan informasi dalam dunia pendidikan, maka pada saat itu sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, guru dengan muridnya, melihat nilai secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya.

B.        B. SEJARAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Sejarah perkemabangan teknologi informasi dan komunikasi tak lepas dari sejarah peradaban manusia di Bumi. Pada zaman dulu penyampaian informasi  dilakukan mulai dari gambar-gambar yang terletak pada dinding gua, peletakan tonggak sejarah berupa prasasti, sampai saat ini kita mengenal Internet sebagai sarana/alat penyampaian informasi yang begitu cepat. Berikut ini adalah sejarah perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mulai dari zaman pra-sejarah sampai ke zaman modern sekarang ini (Hidayat dkk, 2006) :
  1. Masa Prasejarah
Pada zaman ini, teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh manusia berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang manusia kenal. Untuk menggambarkan informasi yang diperoleh, mereka menggambarkannya pada dinding-dinding gua tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini, manusia mulai mengidentifikasi benda-benda yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian melukiskannya pada dinding gua tempat tinggalnya. Awal komunikasi mereka pada zaman ini hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan menggunakan isyarat tangan.
Pada zaman prasejarah mulai diciptakan dan digunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.
a)       3000 SM
Untuk yang pertama kali, tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk dari piktografi sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi (penyebutan) yang berbeda sehingga mampu menjadi kata, kalimat, dan bahasa.
b)       2900 SM
Pada 2900 SM, bangsa Mesir Kuno menggunakan huruf hieroglif. Hieroglif merupakan bahasa simbol, dimana setiap ungkapan diwakili oleh simbol yang berbeda. Jika simbol-simbol tersebut digabungkan menjadi satu rangkaian, maka akan menghasilkan sebuah arti yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa hieroglif ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.
c)       500 SM
Manusia sudah mengenal cara membuat serat dari pohon papyrus yang tumbuh di sekitar sungai Nil. Serat papyrus dapat digunakan sebagai kertas. Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus menjadi media untuk menulis atau media untuk menyampaikan informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya juga digunakan sebagai media informasi.
d)       105 M
Pada masa ini, bangsa Cina berhasil menemukan kertas. Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang. Kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci, kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem cap.

  1. Masa Modern (1400 M s.d. Sekarang)
a)       Tahun 1455
Pada 1455, untuk pertama kalinya Johann Gutenberg mengembangkan mesin cetak dengan menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi dan dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu.  
b)       Tahun 1830
Augusta Lady Byron menulis program komputer yang pertama di dunia. Ia bekerja sama dengan Charles Babbage menggunakan mesin analytical yang didesain sehingga mampu memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama, walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital.
c)       Tahun 1837
Telegraf dan Penemunya (Samuel Morse) Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan pulsa listrik melalui kabel tunggal. Namun sinyal-sinyal yang dapat dikirim dengan baik hanya berada dalam jarak 32 km. Untuk jarak yang lebih jauh, sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam. Kemudian, Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di setiap 32 km dari stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimnya kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara elektromagnetik. Sistem telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk perjalanan kereta api.
d)       Tahun 1877
Pada 1877, Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum. Pada 1879, sistem pemanggilan telepon mulai menggunakan nomor yang menggantikan sistem pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah operator yang tidak mengenal semua pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan huruf dan angka, dimana nomor telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka.
e)       Tahun 1889
Pada 1889, Herman Hollerith menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus yang dilakukan pada 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro Sensus tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.
f)        Tahun 1931
Pada 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.
g)       Tahun 1939
Pada 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu oleh Clifford Berry berhasil menciptakan komputer elektronik digital pertama. Sejak saat ini, komputer terus mengalami perkembangan sehingga menjadi semakin canggih. Mengenai sejarah perkembangan komputer ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.
h)       Tahun 1973 – 1990
Pada masa ini, istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper tentang TCP/IP. Secara harfiah, internet (interconnected networking) diartikan sebagai rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali pada 1969 sebagai ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET di antaranya adalah kaedah rangkaian tanpa pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).
Pada 1981, National Science Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan. Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal sekarang. Kemudian pada 1986, IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi di antara DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway. Pada 1990-an, internet telah berkembang dan menyambungkan banyak pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.           i)         Tahun 1991 – Sekarang
Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN memungut bayaran dari para anggotanya untuk menanggulangi biaya operasionalnya. Pada 1992, mulai terbentuk komunitas internet dan diperkenalkannya istilah World Wide Web (www) oleh CERN. Pada 1993, NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General Atomics/CERFnet). Pada 1994, pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam berbagai segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Pada 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di backbone. Langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi, khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.
Dijelaskan juga dalam buku 'Communication technology'  karangan Everett M. Rogers dalam (Zamroni,               2009) membagi revolusi komunikasi ini menjadi empat era.
1. Era Komunikasi Tulisan (The Writing Era of Communication)
Era ini dimulai tahun 4000 SM pada saat bangsa Sumeria menggunakan tablet dari tanah liat, bangsa Cina menemukan tulisan untuk percetakan buku dan bangsa Korea menemukan alat dari logam yang menggantikan huruf-huruf dari tanah. Penemuan mesin cetak merupakan awal dimulainya riwayat komunikasi massa. Dengan adanya mesin cetak ini maka pesan yang panjang dan kompleks dapat disampaikan secara simultan ke satu atau lebih kelompok khalayak yang besar. Salah satu produk dari mesin cetak adalah surat kabar yang berbagai berita yang mutakhir dan diperlukan oler berisikan berbagai khalayak. Dengan demikian, mesin cetak atau percetakan juga merupakan pemerata sosial yang besar. Apabila tulisan telah menembus hambatan jarak dan waktu maka percetakan melipatgandakan pesan tersebut. Menurut Bell, percetakan merupakan basis bagi penyebaran kernampuan melek huruf dan meluasnya pelayanan pendidikan. Sedangkan Parker menyatakan bahwa percetakan merupakan faktor kunci bagi berlangsungnya Renaissance dan Revolusi Industri. Di bidang elektronika setelah munculnya telepon dan telegraf dengan kabel maka pengembangan berikutnya adalah adanya komunikasi tanpa kabel (wireless communicatipn) yang memungkinkan pesan yang sama diterima secara simultan di berbagai lokasi yang tidak terbatas.

2. Era Percetakan (The Printing Era of Communication)
Era ini dimulai dengan ditemukannya alat percetakan oleh Gutenberg pada tahun 1456 ketika untuk pertama kalinya mencetak Kitab Injil. Sekalipun mesin cetak mulai d|itemukan pada tahun ini, tetapi perkembangan surat kabar berlangsung sekitar tahun 1600. Surat kabar pertama yang berhasil di cetak di Eropa adalah Aviso di Wolfenbuttel di Strahbourg, Jerman pada tahun 1609. Kemudian menyusul Oxford Gazette di Ing^ris tahun 1620. Surat kabar lain yang terbit di Eropa adalah surat kabar Oprechte Haarlemsche Courant di Belanda pada tahun 1656, Einkommende Zaitung (1650) dan Frankfurtes Journal (1680) di Jerman. Pecahnya revolusi Perancis pada tahun 1791 membawa dampak pada perkembangan persuratkabaran di Eropa yaitu pada masa pemerintahan Napoleon yang membuat perkembangan persuratkabaran terhambat. Surat kabar dianggap melakukan agitasi yang dapat merongrong kekuasannya hingga akhirnya dia menutup surat kabar menjadi 13 buah dan terakhir menjadi 4 buah. Tetapi di bagian yang lain, persuratkabaran di Inggris justru menikmati kebebasan. Dan satu hal yang menarik dalam persuratkabaran di Eropa adalah surat kabar yang berbahasa Belanda atau Perancis beredar luas di negara-negara lain karena penduduknya dapat memakai 2-3 bahasa nasional. Percetakan pertama di Amerika Serikat dibangun pada tahun 1638 di Harvard University. Surat kabar pertama yang dicetak muncul pada tahun 1690, yakni surat kabar "Public Occurance' di Boston. Sesudah surat kabar ini tidak muncul kemudian terbit surat kabar mingguan Boston Newsletter pada tahun 1704 oleh John Campbell, lalu menyusul Boston Gazette pada tahun 1719. Memasuki abad-19 ditandai dengan banyaknya peneman di bidang teknologi termasuk percetakan yang bisa digerakkan oleh tenaga uap. Akibatnya surat kabar yang sebelumnya hanya bias diproduksi 500-600 lembar per jam dapat ditingkatkan menjadi 4000 lembar per jam. Perkembangan pers yang didukung oleh kemajuan teknologi dan dan perkembangan masyarakat Amerika pada saat ini, juga ditandai dengan perkembangan cara-cara pelaporan berita, misalnya Jurnalistik kelompok dan Jurnalistik Investigasi yang digunakan dalam skandal Watergate pada tahun 1973. Perkembangan industri surat kabar pada abad kesembilan belas dan dua puluh dikarakteristikkan oleh dua kecenderungan utama: pertama, pertumbuhan dan konsolidasi surat kabar yang diedarkan secara massal; dan kedua, pertumbuhan internasionalisasi kegiatan pengumpulan berita. Kita dapat mengilustrasikan kecenderungan pertama dengan merujuk pada industri surat kabar Inggris, sekalipun perkembangan yang sama dapat diamati di beberapa negara industrial besar lainnya. Karena masa lalu negara-negara di Asia pada umumnya adalah negara bekas jajahan negara-negara Eropa, maka surat kabar di Asia (termasuk di Indonesia) juga dikenalkan oleh mereka. Menurut sejarah, surat kabar pertama yang masuk ke Indonesia adalah Memorie des Nouvelles pada tahun 1615 yang berbentuk Newsletter. Sedangkan surat kabar pertama yang terbit di Indonesia adalah Bataviaisme Nouvelles en Politique! Raisoven Mensen pada tahun 1744 dalam bahasa Belanda dan disjisul surat kabar bahasa melayu di Surabaya pada tahun 1855. Sampai tahun 1990 jumlah surat kabar di Indonesia telah mencapai 21 tiras 4.5 juta perhari.

3. Era Telekomunikasi (Telecomunication Era)
Salah satu teknologi yang berkembang pada masa ini adalah film. Sejarah penemuan film berlangsung cukup panjang, disebabkan film melibatkan masalah-masalah teknik yang cukup rumit seperti masalah optic, lensa, projector, camera dan sebagainya. Pada tahun 1645, Kinscher menggunakan Lentera untuk memproyeksikan gambar-gambar yang dibuat untuk pelajaran agama bagi murid-muridnya. Tetapi karena bayangbayang yang dibuat belum pernah ada yang melihat sebelumnya, akhirnya pekerjaan ini dianggap sebagai permainan setan. Perkembangan sejarah penemuan film ini baru kelihatan setelah abad ke-18 dengan percobaan kombinasi cahaya lampu dengan kaca lewat Lensa padat. Memasuki tahun 1900 orang Amerika berhasil membuat film tanpa suara dengan durasi 25 menit seperti film 'A Trip To The Moon' (1902) dan "Life of an America Fireman' (1903). Pada masa inilah film menga|ami masa keemasan. Teknologi lainnya adalah radio. Usaha penemuan radio sudah dimulai sejak abad ke-17 oleh Volta, Ampere, Huygens, Maxwell, Heindrich Hertz, Edmond Branly, Oliver Lodge dan Papov. Kemudian pada tanggal, 14 Mei 1897 Marconi berhasil menghubung-hubungkan temuan-temuan pendahulunya dan berhasil menghubungkan dua tempat yang dipisahkan oleh selat Bristol yang lebarnya 9 km, melalui gelombang radio. Sejak penemuan ini Telegram Radio mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan tiga tahun kemudian Marconi berhasil mengirimkan berita Radio dari Inggris ke Australia disusul berdirinya radio BBC (1923), NBC (1926) dan CBS (1927). Kehadiran pesawat radio membawa manfaat untuk kepentingan dagang, pelayaran, dan untuk menyampaikan informasi yang lebih cepat dalam urusan militer. Hal ini bisa kita lihat penggunaan Radio dalam Perang Dunia kedua. Kini setelah satu abad sejak Marconi menemukan pesawat radio!, ada 2,2 milyar pesawat Radio penerima yang bertebaran di dunia, dan di Indonesia diperkirakan ada 23 juta Radio penerima yang beredar di tengah masyarakat. Terjadinya perkawinan antara beberapa jenis media dan teknologi menghasilkan berbagai bentuk baru yang memiliki kemampuan yang berlipat ganda. Demikian pula di bidang komunikasi. Munculnya televisi (TV) dengan berbagai kelebihan komunikasi yang dimilikinya telah menciptakan beraneka pelayanan komunikasi yang lengkap dan unik. Televisi mampu menyampaikan pesan informasi dalam wujud gambar dan suara sekaligus. Namun demikian, televisi memiliki beberapa Melemahan sistem penyiaran yang dipancarkan ke udara, mengalami hambatan untuk wilayah tertentu, seperti daerah pegunungan. Maka, Robert J. Tarlton mengemukakan idenya yailtu televise dengan antena bersama yang disambungkan ke rumah-rumah penduduk. Inilah yang menjadi asal mula TV kabel yang dikenal dewasa ini. Penemuan Televisi diawali dengan beberapa penemuanpenemuan di antaranya oleh seorang kebangsaan Jerman yang bernama Paul Nipkow pada tahun 1884, kemudian oleh Charles F.Jenskins di Amerika pada tahun 1890. Dari temuan-temuan itu kemudian dikembangkan oleh Phil T. Fransworth di Idaho (AS) pada tahun 1922 dan oleh Dr.Vladimir Zworikins di Westinghouse (AS) tahun 1923 adan disusul oleh Baird di Inggris tahun 1927. tetapi dari penemuan-penemuan ini yang terkenal dengan sebagai bapak Televisi adalah Nipkow Disk. Ada dua peristiwa penting bagi masyarakat Amerika terhadap keberhasilan penemuan pesawat televisi, yakni sebagai alat kampanye presiden seperti debat terbuka Nixon dan Kennedy, dan yang kedua adalah keberhasilan Amerika dalam pendaratan Apollo II di bulan yang disaksikan kurang lebih 500 juta penduduk dunia melalui pesawat televisi. Di Indonesia Televisi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1962 ketika Indonesia mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan pesta olah raga Asean Games di Jakarta. Pada saat ini jangkauan siaran hanya sekitar Jakarta dan Bogor pada radius 80 km. Tiga tahun kemudian baru menyusul pembangunan TVRI di daerah-daerah lain seperti Medan (1970), Ujuni Pandang (1972), Balikpapan (1973) dan Palembang (1874). Pada saat ini diperkirakan jumlah pesawat Televisi ada 18 juta.

4. Era. Komunikasi Interaktif (Interactive Communication Era)
Era komunikasi interaktif ditandai dengan dengan ditemukannya berbagai kemajuan teknologi seperti Komputer, Satelit, Internet dan Iain-lain. Masuknya komputer ke jaringan komunikasi telah mewujudkan berbagai kemudahan baru dalam berkomunikasi, serta masih membuka kemungkinan untuk sekian banyak peluang baru di bidang ini. Dengan bantuan computer maka bukan saja penyimpanan, pengolahan dan penelusuran informasi berlangsung cepat dan handal, tetapi juga pertukarannya pun dapat berlangsung ke mana saja dan di mana saja. Suatu komputer modern yang serba guna terdiri dari sebuah unit pengolah sentral yang dihubungkan dengan kabel ke alat input dan output dan ke sistem penyimpanan data. Dalam kebanyakan sistem alat input merupakan terminal data yang mirip dengan komputer personal. Komputer amat penting peranannya dalam perkembangan teknologi komunikasi seperti yang ada sekarang ini. Kemampuan pengolahan informasi pada komputer menyebabkan batasan antara sistem komputer dengkn system komunikasi hampir-hampir sulit ditentukan dengan persis. Komputer seringkali disebut sebagai otak tiruan (artificial brain). Penemuan komputer ini telah dirintis oleh ahli matematika seperti Blaise Pascal yang berhasil menemukan mesin hitung pada tahun 1642 dan Gottfied Withelm dengan mesin hitungnya yang dapat melipatgandakan angka-angka dalam bentuk akjar (square root) pada tahun 1694. Pada abad ke-17 berhasil ditemukan cara kerja seperti komputer yang dikembangkan di Swiss,, Perancis dan Italia. Dan pada tahun 1835 Charless Babbagae berhasil menemukan mesin analisis data. Dua dekade berikutnya Herman Hollerith seorang insinyur yang mengajar di MIT (Massachusetts Institute of Technology) menemukan mesin tabulasi yang bias membaca data secara elektronik. Penemuan di dunia komputer ini terus njengalami perkembangan dengan penelitian yang dilakukan antara tahun 1911-1946 hingga berhasil ditemukan Electronic Numerial Integrator and Computer (ENIAC) sebagai komputer elektronik pertama yang disempurnakan oleh J. Prespen Eckert Jr., John W. Manchly dan Brainerd di University of Pennsylvanis pada tahun 1946. Komputer jenis ini menempati ruangan sebesar 90 m2 atau 9x5 m dengan tinggi 2 m dan berat 30 ton. Generasi ENIAC selanjutnya muncul dengan komputer yang berdasarkan microchip yang dikembangkan oleh Dr.Robert Noyce, lulusan MIT yang mengajar di Stanford University California dengan dibantu oleh William Shockley yang menemukan transistor. Komputer jenis ini dibanding dengan generasi ENIAC sebelumnya 1500x lebih kecil, 10.000 kali lebih murah, 17.000 kali lebih ringan dan 28.000 kali lebih kecil kebutuhan tenaga listriknya. Di bidang lain, satelit komunikasi merupakan suatu produk kemajuan teknologi yang tidak terbayangkan akan terwujud pada masa Arthur C. Clarke yang memaparkan gagasannya lewat tulisan Wireless World edisi Oktober 1945. Namun, pada akhir tahun 1950-an John R. Pierce dari Bell Laboratories i berhasil mendemonstrasikan kelayakan komunikasi ruang| angkasa dengan satelit Echo dan Telstar. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh Uni Soviet tahun 1957 dengan satelit SPUTNIK dan Amerika Serikat pada tahun 1963 dengan satelit komunikasi geosynchronous yang pertama, yaitu SYNCOM 2. Pada tahun 1954, seorang insinyur yang bekerja di laboratorium Electronic Bell bernama John R. Pierce berusaha mengembangkan ide Arthur C.Clarke, mantan penerbang Inggris yang mengemukakan idenya bahwa kita bisa berkomunikasi dengan melintasi gunung dan lautan. Hingga pada tahun 1957 Rusia berhasil meluncurkan Satelit pertamanya yang diberi nama SPUTNIK. Peluncuran patelit ini sebagai awal perlombaan teknologi angkasa luar antara Rusia dan Amerika. Lima tahun setelah peluncuran SPUTNIK ini, Amerika berhasil meluncurkan satelitnya yang pertama dengan nama TELSTAR pada tanggal, 10 Juli 1962. Kemudian disusbl dengan satelit ERLY BIRD pada tahun 1965. Indonesia sendiri menjadi anggota Intelsat pada tanggal, 9 Junil967 yang didirikan di Stasiun Bumu Jatiluhur yang diberi nama Satelit PALAPA. Dengan menggunakan sitelit ini, komunikasi yang terjadi di negara Indonesia mengalami kemajuan yang pesat. Misalnya adanya telepon, perluasan jaringan Televisi, dan Radio. Potensi satelit adalah untuk menerima dan memancarkan kembali sinyal  siaran ke seluruh tempat yang dapat dijangkaunya.Hal ini memungkinkan siaran radio dan televisi dapat djiterima di mana saja sepanjang dapat ditangkap oleh antena stasjun bumi. Dengan kata lain, manfaat yang utama dari adanya' teknologi satelit adalah untuk keperluan penyiaran baik radio maupun televisi. Sehubungan dengan banyaknya permintaan akan pelayanan satelit maka FCC di AS menerima rencana spasi verbal 2 untuk C-band (6,4 GHz) dan Ku-band (12/14 GHz) pada bijur spasi orbital, meliputi Amerika Serikat. Pada tahun 1987 diharapkan spasi orbital dapat dikecilkan menjadi 2'C dan pelaksanaan segera spasi 2' Ku-band. Dalam perkembangannya, pemakaian Ku-band meningkat lebih cepat dibandingkan pemakaian frekuensi C-band. Hal ini dikarenakan pemakaian frekuensi C-band lebih sulit dan banyak permasalahannya. Salah satu faktor pemindahan dari C-band ke Ku-band adalah bahwa slot orbital untuk C-band sudah hamper semuanya terisi, dan kemungkinan yang lebih baik adalah dengan penggunaan Ku-band.

C.         C.  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Perkembangan peradaban manusia beriringan dengan perkembangan cara penyampaian informasi komunikasi yang dikenal dengan istilah (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Teknologi informasi adalah sarana dan prasarana (hardware, software, useware) sistem dan metode untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna (Bambang Warsita, 2008). Hal yang sama di ungkapkan oleh Lantip dan Rianto dalam (Rizky, 2014) teknologi informasi diartikan sebagai ilmu pengetahuan dalam bidang informasi yang berbasis komputer dan perkembanganya sangat pesat. Diungkapkan pula oleh Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (2011) bahwa teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data. Pengolahan itu termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu. Adapun menurut McKeown dalam Suyanto (2005) teknologi informasi merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya. Teori yang lain juga diungkapkan oleh Williams dalam Suyanto (2005) teknologi informasi merupakan sebuah bentuk umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu menghasilkan, memanipulasi, menyimpan, mengkomunikasikan, dan atau menyampaikan informasi. Teori pendukung yang lain menurut Behan dan Holme dalam Munir (2009) teknologi informasi dan komunikasi adalah segala sesuatu yang mendukung untuk me-record, menyimpan, memproses, mendapat lagi, memancar/mengantarkan dan menerima informasi Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah suatu teknologi berupa (hardware, software, useware) yang digunakan untuk memperoleh, mengirimkan, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna untuk memperoleh informasi yang berkualitas.

D.          DPERALATAN TEKNOLOGI INFORMASI
         Berdasarkan buku karangan Hidayat. R dkk tahun 2006 dijelaskan macam-macam peralatan teknologi informasi, yaitu :
1.       Komputer
Komputer adalah alat berupa hardware dan software yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi dengan cara menerima input, mengolah input, dengan menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer dan memberikan output yang berupa informasi. Informasi yang dihasilkan dapat berupa tulisan, gambar, suara, video dan animasi.
2.       Proyektor LCD (Liquid Crystal Display)
LCD adalah teknologi layar digital yang menghasilkan citra pada sebuah permukaan yang rata (flat) dengan memberi sinar pada kristal cair dan filter berwarna, yang mempunyai struktur molekul polar, diapit antara dua elektroda yang transparan. LCD digunakan untuk menayangkan informasi yang berasal dari komputer atau media lain.
3.       OHP (Over Head Projector)
OHP adalah salah satu alat yang digunakan untuk memproduksi atau memproyeksikan gambar atau visual yang ada di dalam transparansi diatas permukaan kaca yang apabila lampu OHP dinyalakan maka transparansi tersebut akan terproyeksikan.
 4.       Laptop/Notebook
Memiliki fungsi yang sama seperti komputer tetapi bentuknya lebih praktis, dapat dilipat dan mudah dibawa kemana-mana. Karena menggunakan baterai charger, sehingga dapat digunakan tanpa menggunakan listrik.
5.       Personal Digital Assistant (PDA)/Komputer genggam
Peralatan sejenis komputer tetapi bentuknya sangat mini sehingga dapat dimasukan ke dalam saku, fungsinya untuk mengolah data, bahkan sekarang banyak PDA yang dapat berfungsi sebagai handphone (PDA Phone).
6.       Deskbook
Peralatan sejenis komputer yang bentuknya praktis yaitu CPU menyatu dengan monitor, sehingga mudah diletakan diatas meja tanpa memakan banyak tempat tetapi masih harus menggunakan listrik langsung, karena belum dilengkapi baterai.
7.       Kalkulator
Kalkulator adalah alat untuk menghitung dari perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai kepada kalkulator sains yang dapat menghitung rumus matematika tertentu. Pada perkembangannya, kalkulator sering dimasukkan sebagai fungsi tambahan dari komputer, handphone, bahkan sampai jam tangan.
8.       Kamus Elektronik
Kamus elektronik adalah kamus yang berbasis komputer yang bisa dibawa kemana-mana karena ukurannya yang kecil (seperti PDA). Peralatan elektronik yang digunakan untuk untuk menerjemahkan antar bahasa.
9.       MP4 Player
Peralatan yang digunakan sebagai media penyimpanan data sekaligus sebagai alat pemutar video dan musik serta game.
10.   MP3 Player
Peralatan yang dapat menyimpan data sekaligus dapat digunakan untuk memutar musik dan mendengarkan radio.
11.   Flash Disk
Media penyimpanan data yang berbentuk Universal Serial Bus (USB),  tetapi dapat menyimpan data dalam jumlah banyak.
12.   Televisi
Peralatan teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi dalam bentuk  gambar dan suara. Televisi berasal dari kata tele (jauh) dan vision (tampak/visual). Artinya, informasi dapat dipancarkan dari jarak jauh dan penerima informasi membutuhkan sebuah alat yang disebut televisi untuk menerima informasi dalam bentuk suara dan visual.
13.   Radio
  Peralatan elektronik yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari stasiun pemancar berupa gelombang elektromagnet yang membawa informasi suara dengan frekuensi yang telah ditetapkan.

E.                  PERALATAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
              Berdasarkan buku karangan Rudi Hidayat dkk tahun 2006 dijelaskan macam-macam peralatan teknologi komunikasi, yaitu :
1.       Handphone atau Telepon Selular
Alat komunikasi bergerak untuk mengirim data suara. Telepon seluler menggunakan gelombang elektromagnet sebagai media penghantar. Kelebihan telepon seluler dibanding telepon biasa adalah sifatnya yang mudah dibawa. Di Indonesia, ada dua jenis jaringan telepon seluler, yaitu jaringan GSM dan jaringan CDMA.
2.       Faximile
Alat untuk mengirim dan menerima dokumen melalui jalur telepon. Cara kerja faximile mirip dengan mesin fotokopi atau scanner, hanya saja outputnya keluar di tempat yang diinginkan. Pengirim dan penerima harus sama-sama memiliki mesin faximile agar dapat mengirim informasi.
3.       Telegraph
Telegraf adalah sistem komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan isyarat listrik dalam bentuk kode morse. Peralatan komunikasi ini digunakan untuk mengirim sandi melalui jaringan telepone.
4.       Pager
Pager (biasanya disebut sebagai beeper) adalah salah satu media penerima pesan yang portable, yang terbentuk dari perpaduan dari perkembangan teknologi komunikasi dan teknologi informasi, dan merupakan simple personal telecommunication device yang berguna untuk menerima pesan singkat. Secara sedarhana pager bekerja berdasar prinsip kode signal radio yang ditransmisikan melalui suatu provider (Penyedia jasa layanan) atau bisa disebut juga secara singkat bahwa pager adalah alat yang digunakan untuk menghubungi seseorang melalui jaringan tertentu, dimana operatornya adalah  melalui manusia.
5.       Walky Talky
Peralatan komunikasi antara 2 orang menggunakan pesawat khusus (HT) tanpa kabel menggunakan gelombang 11 meter atau 2 meter. Komunikasi alat ini tidak memerlukan biaya atau tarif, namun konunikasinya secara bergantian dan dapat didengarkan oleh orang lain pada gelombang yang sama.
6.       Internet Mesenger
Internet Mesenger yaitu komunikasi antara satu orang dengan orang lain menggunakan teks, suara atau video dengan komputer, komunikasi jenis ini dapat dilakukan dengan satu orang atau beberapa orang sekaligus (confenece) .komunikasi jenis ini selain menggunakan teks (chatting) tetapi juga dapat menggunakan suara (voice) bahkan sekarang dapat juga menggunakan streaming (Messenger dengan webcam).
7.       Email
Email adalah media komunikasi yang digunakan untuk berkirim surat atau data melalui internet. Komunikasi melalui email lebih efisien selain tidak perlu membayar proses pengirimannya sangat cepat sampai. Contoh Perusahaan pembuat email: Yahoo, Plasa, Hotmail, Gmail, Mailcity dan sebagainya.
8.       Surat POS
Surat POS yaitu media pengiriman surat biasa melalui jasa pengiriman paket pos, biasanya pengiriman pos memakan waktu yang lebih lama, karena pengirim harus mengetahui alamat surat dengan jelas.

F.            PERBEDAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KONVENSIONAL DAN MODERN

Berikut ini disajikan tabel mengenai perbedaan teknologi informasi dan komunikasi konvensional dan modern (Sandusiah, 2012) :
No
Teknologi Informasi Komunikasi Konvensional
Teknologi Informasi Komunikasi Modern
1.
Membutuhkan waktu yang cukup lama karena bersumber pada sesuatu yang bersifat nyata, contohnya bersumber dari buku.
Membutuhkan wakru yang relative singkat, lebih terbuka dan fleksibel karena bersumber dari sesuatu yang berbasis elektronika seperti
internet.
2.
Informasinya masih bersifat mengulang-ulang atau kurang kreasi dalam mengembangkan Informasi itu sendiri dan seni mengajarnya, dan biasanya merupakan buku dan catatan yang sama sepanjang tahun.
Informasinya bukan hanya berpaku pada buku yang sama namun relative berinovasi serta berkembang sesuai zaman dan perkembangan                                   teknologi seperti adanya CD Tutorial, E- Book ataupun buku-buku online lainnya yang dapat di akses kapanpun.
3.
Dalam mendapatkan informasinya masih mengalami keterbatasan financial dan jauhnya lokasi.
Relative lebih murah dan dapat mengakses apa saja, kapan saja dan dimana saja tanpa batasan
jarak/lokasi.
4.
Cenderung menggunakan metode tatap muka
Perpaduan antara metode tatap muka dengan metode online (via internet dan berbagai pengembangan             teknologi
informasi lainnya.

G.                 PERKEMBANGAN TENOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN
Perkembangan kemajuan teknologi komunikasi dewasa ini berlangsung demikian pesatnya sehingga banyak yang  menyebut gejala ini sebagai suatu revolusi atau perubahan (Nasution, 2014). Sekalipun kemajuan tersebut masih dalam tahap perkembangan, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan terjadinya berbagai perubahan di bidang komunikasi maupun bidang-bidang kehidupan lain yang berhubungan, sebagai implikasi dari perkembangan keadaan yang dimaksud.
Perubahan-perubahan yang terjadi, disebabkan oleh berbagai kemampuan dan potensi teknologi komunikasi, yang memungkinkan manusia untuk saling berhubungan dan memenuhi kebutuhan komunikasi mereka secara hampir tanpa batas. Beberapa keterbatasan yang dulu dialami manusia dalam berhubungan satu sama lainnya, seperti faktor jarak, waktu, jumlah, kapasitas, kecepatan dan lain-lainnya, kini dapat diatasi dengan dikembangkannya berbagai sarana komunikasi mutakhir. Adanya penggunaan satelit, misalnya hampir tidak ada lagi batas jarak dan waktu untuk menjangkau khalayak yang dituju di mana pun, dan kapan saja diperlukan. Begitu pula dengan kemampuan menerima, mengumpulkan, menyimpulkan dan menelusuri kembali informasi yang dimiliki oleh perangkat teknologi komunikasi, seperti komputer, videodisc maka hampir tidak ada lagi hambatan yang dialami untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan yang berkenaan dengan kemampuan sarana yang digunakan.
Beberapa wujud sistem informasi dan komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi yang dikemukakan oleh Bell dalam Nasution (2014) adalah :
1.       Jaringan pengolahan data yang memungkinkan orang berbelanja cukup dengan menekan tombol-tombol komputer di rumah masing-masing. Pesanan akan dikirimkan langsung ke rumah pemesan oleh toko tempat berbelanja.
2.       Bank informasi dan sistem penelusuran, yang memungkinkan pemakaiannya menelusuri informasi yang diperlukan serta memperoleh kopi cetakannya dalam sekejap mata.
3.       Sistem teleks, yang menyediakan informasi mengenai segala rupa kebutuhan. Seperti berita, cuaca, informasi finansial, iklan terklasifikasi, katalog segala macam produk, lewat layar televisi di rumah masing-masing.
4.       Sistem faksimile, yang memungkinkan pengiriman dokumen secara elektronik.
5.       Jaringan komputer interaktif, yang memungkinkan pihak-pihak berkomunikasi mendiskusikan informasi melalui komputer.
Di negara-negara maju, sistem komunikasi dengan teknologi tersebut telah menjadi kenyataan. Sementara itu sebagian juga telah masuk dan digunakan di negara-negara sedang berkembang. Bahkan beberapa di antaranya sudah dengan mudah kita temukan di Indonesia dengan penggunaan sehari-hari, seperti komputer, telecopy, videocassette, fasilitas telekonferensi, satelit.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini, menurut Ploman (1981) dalam Nasution (2014) ditandai oleh tiga karakteristik berikut ini.
1.       Tersedianya keluwesan dan kesempatan memilih di antara berbagai metode dan alat untuk melayani kebutuhan manusia dalam komunikasi. Bila pada masa lalu hanya ada alat peralatan “berat”, yang profesional dan mahal maka kini tersedia bermacam-macam sarana yang “ringan”, metode yang hanya memerlukan keterampilan minimal, serta murah. Dengan kata lain, kini kita bisa memilih sendiri tingkat teknologi yang kini kita perlukan.
2.       Kemungkinan mengkombinasikan teknologi, metode dan sistem-sistem yang berbeda dan terpisah selama ini. Berbagai bentuk baru transfer komunikasi dan informasi telah dimungkinkan dengan pengombinasian tersebut.
3.       Kecenderungan ke arah desentralisasi, individualisasi dalam konsep dan pola pemakaian teknologi komunikasi.
Melihat karakteristik serta bentuk-bentuk wujud fisik teknologi komunikasi yang sedang dikembangkan tersebut, dapat diperkirakan betapa luasnya potensi teknologi komunikasi sehingga penerapannya pun akan meliputi berbagai bidang kehidupan manusia.
Dunia pendidikan sangat memicu perkembangan teknologi informasi. Pemanfaatan TIK dalam pendidikan di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Pemerintah inisiatif untuk menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi kesatuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pendidikan masyarakat (Sandusiah, 2012). Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi imbal balik yang seketika.
Siaran bersifat searah, yaitu dari narasumber belajar atau fasilitator kepada pembelajar. Pengenalan komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed) (Sandusiah, 2012). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi Internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Melalui sarana-sarana yang ada dalam internet kita dapat memperoleh informasi dengan mudah, praktis dan cepat.
Berikut ini merupakan contoh peranan teknologi untuk siswa dan siswi di bidang pendidikan (Setiawati, 2018) :
1.       Sebagai media pembelajara daring (online)
2.       Sebagai media belajar online dengan cangkupan yang lebih luas sebagai pengganti buku dan digantikan teknologi buku elektronik.
3.       Sebagai media belajar kelompok , Karena teknologi smartphone yang dilengkapi aplikasi messenger seperti whatsap dapat membuat grub antar siswa agar lebih mudah dalam melakukan diskusi berkelompok tanpa harus berkumpul.
4.       Dengan adanya teknologi untuk metode belajar siswa akan memiliki pengetahuan yang lebih luas sebagai contoh mesin penulusur google yang memiliki banyak sekali artikel dan ilmu didalamnya yang dapat kita akses secara gratis.
5.       Peran teknologi terhadap siswa lainya sebagai media untuk mendapatkan pengumuman dari seorang guru atau ketua kelas jika ada PR ataupun pengumuman untuk libur memalui smartphone via sms ataupun online messenger atau whatsap
6.       Lebih ringkas dalam pembelajaran karena materi yang tertera pada teknologi mesin telusur google menunjukan apa yang sedang kita cari dan sangat memudahkan kita dalam menemukan suatu jawaban tanpa memakan waktu lama dan dapat mempersingkat waktu dalam pencarian artikel atau wacana untuk para siswa siswi belajar.
Memperoleh berita dan menyampaikan pesan adalah hal yang tidak mudah, berita dan pesan seharusnya disampaikan selagi up to date. Dahulu sulit sekali untuk mengumpulkan atau mengetahui hasil penelitian, namun sekarang sudah banyak tersedia dan dapat kita peroleh dengan mudah, seperti kita masuk ke toko buku, misalnya Gramedia. Andaipun tidak tersedia, kita akan mudah mendapatkannya walaupun harus dipesan dari luar negeri. Bahkan kini juga ada lembaga internasional yang menyajikan jasa informasi keilmuan, hasil penelitian dan pengetahuan, misalnya ERIC, ELSEVIER atau jurnal keluaran dalam negeri.
Kini suatu revolusi yang mempengaruhi berbagai kegiatan manusia sedang berlangsung. Revolusi ini berkenan dengan berita dan pesan yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Ciri revolusi ini adalah kemudahan, kecepatan dan ketepatan untuk memperoleh serta menyebarkan berita dan pesan serta menyusun, menciptakan dan menggunakan berita dan pesan untuk berbagai macam kepentingan termasuk untuk mempengaruhi keadaan (Ningrum,2018). Revolusi teknologi infromasi menyebabkan orang  dengan cepat mengetahui berita dan dengan cepat pula mengirimkan berita, sehingga terciptalah komunikasi yang efektif. Revolusi informasi tidak hanya merubah proses memperoleh berita dan sulit menjadi mudah melainkan melahirkan alat, teknik-teknik dan mesin yang dibuat ditempat lain yang diketahui serta dimengertinya dengan jelas dari informasi (dari uraian dan lukisan di majalah, tv, selebaran dan sebagianya). Hingga pada akhirnya manusia akan mengalami kemudahan untuk mentransfer informasi serta berkomunikasi.

H.     DAMPAK  POSITIF DAN NEGATIF  PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
Dampak yang ditimbulkan dari pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan menurut Christyn Elisabeth Siagian dalam Setiawati (2018) dapat dibedakan menjadi dua, yakni dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif perkembangan teknologi informasi dalam dunia pendidikan adalah:
1.       Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
2.       Mempermudah akses terhadap informasi terbaru, merupakan salah satu efek dari bertambah cepatnya arus informasi. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang sangat pesat, maka siapapun akan bisa memperoleh informasi dengan mudah. Akses terhadap informasi ini bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dan dari siapapun itu. Hal ini akan membantu individu dalam meningkatkan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya, meski terkadang realibilitas dan validitas dari informasi tersebut dipertanyakan. Hal ini menjadi penanda bahwa penggunaan internet untuk berkomunikasi menjadi salah satu pilihan yang sangat diminati. Karena dapat terhubung ke setiap orang dari belahan dunia manapun. Disinilah peranan manfaat jaringan komputer sebagai salah satu sumber penggunaan internet menjadi lebih optimal.
3.       Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang, dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
4.       Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengaharuskan pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
5.       Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem telnologi informasi dan komunikasi.
6.       Sharing dan berbagi file atau dokumen saat ini sudah merupakan kebutuhan dari setiap orang. Baik dari file music ataupun dokumen penting, bisa dibagikan dengan menggunakan internet yang merupakan produk dari teknologi informasi dan juga komunikasi. Setiap user dapat saling membagikan file dan dokumen dengan mudah, bahkan kita saat ini bisa menyimpan file yang kita miliki dengan mudah di dalam cloud storage, atau  media penyimpanan di dalam internet. Kegiatan membagikan file ke user tujuan tentunya memerlukan security yang cukup aman agar data yang di share tetap rahasia hingga user yang dimaksud menerima. Cara menjaga keamanan jaringan komputer perlu diperhatikan agar data yang dibagikan tetap terjaga
Dampak negatif teknologi informasi dalam dunia pendidikan, antara lain:
1.       Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan, walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal, salah satu dampak negatif televise adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
2.       Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi terkadang menjadikan setiap orang mencari sesuatu secara instan dan cepat dalam memenuhi semua kebutuhannya baik kebutuhan secara fisik atau nonfisik, sehingga menjadikannya kurang untuk beraktifitas.
3.       Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber, semakin munculnya dampak negative dengan berkembangnya kejahatan melalui media sosial yang ada.
4.       Cyber Bullying
5.       Konten negative yang berkembang pesat
6.       Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas, berkembang pula informasi yang kurang jelas yang terkadang mengandung informasi penuh dengan kebohongan. Terkadang pengguna informasi ridak melakukan cek dan ricek terhadapp informasi yang didapatkannya.
7.       Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan
8.       Menurunnya prestasi belajar dan kemampuan seseorang.
Jika kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan secara bijak, maka akan mengakibatkan menurunnya gairah dalam belajar sehingga berpengaruh pada prestasi yang akan dicapai.
I.        PENUTUP
Adanya teknologi informasi dan komunikasi di era globalisasi ini dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Dalam dunia pendidikan perkembangan teknologi informasi mulai dirasa mempunyai dampak yang positif karena dengan berkembangnya teknologi informasi dunia pendidikan mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan baik dari segi kecepatan memperoleh informasi, kemudahan administrasi bahkan menciptakan inovasi. Akan tetapi semua itu tidak terlepas dari sisi negatifnya, walau demikian hal tersebut bisa kita jadikan sebagai rambu-rambu agar tidak mauk ke dalam sisi negatif tersebut.













DAFTAR  PUSTAKA
B. Uno, H. (2010). Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Baharudin, R. (2013). Keefektifan Media Belajar Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi. Jurnal Tadris Stain Pamekasan, 5(1), 112–127.
Budiman, Haris. (2017). Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan, Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam. 8(1). E-ISSN: 2528-2476. P.ISSN: 20869118
Hamzah B, Uno. & Nina L. (2011). Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hariningsih, S. (2005). Teknologi Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu
Hidayat, R. Juhana, N & Suryana, D. (2006). Teknologi Informasi dan Komunikasi SMA . Jakarta : Erlangga.
Munir. (2011). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Alabeta
Nasution, Z. (2014). Perkembangan Teknologi Komunikasi Modul 1 Latar Belakang Revolusi Teknologi Komunikasi. Jakarta : Universitas Terbuka
Ningrum, Okta, W. (2018). Perkembangan Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi. [Online]. Diakses dari http://oktawindyaningrum.student.umm.ac.id/2018/12/11/perkembangan-kemajuan-teknologi-informasi-dan-komunikasi/
P3TIE-BPPT. 2001. Indikator Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta : Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi dan Elektronika (P3TIE).
Setiawati, T (2018). Peranan Teknologi dalam Dunia Pendidikan [Online]. Diakses dari https://www.kompasiana.com/tutinamaku/5bcaf02643322f2c44578c72/peranan-teknologi-dalam-dunia-pendidikan?page=all
Sinaga, Vanny Vierry. (2009). Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media. [Online]. Diakses dari https://www.academia.edu/5368002/PEMANFAATAN_TEKNOLOGI_INFORMASI_DAN_KOMUNIKASI_SEBAGAI_MEDIA.
Sundusiyah, Aida. (2002). Perkembangan teknologi informasi komunikasi . PGSD FIP. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Suyanto. (2005). Pengantar Teknologi Informsi untuk Bisnis edisi 1. Yogyakarta: penerbit Andi.
Warsita, Bambang. (2008). Teknologi pembelajaran landasan dan aplikasinya. Raneka Cipta : Jakarta.
Zamroni, Mohammad. (2009). Perkembangan teknologi komunikasi dan dampaknya terhadap kehidupan. Jurnal dakwah, X(2). 199-207.